Darasan Puisi Masa Pra-Paskah Tradisi Siria Barat – Ninive

poet of Qinotho

Puisi ini didaraskan pada masa Puasa Ninive, diambil dari Kitab Qinotho:

Mo(sungguh) safir(berbahagia) hwo(telah) leh(dia) l-nuno(ikan) Qitows (Qitows) kad mshalein( timbul pertanyaan) hwau leh(kepadanya) nune khabrauhi (sesama ikan) mono (mengapa) kai ekalth(kamu makan) ou mun (dan minum) eshthith drikho bashimo(apakah perbuatan baik ) poyakh menok(yang mengalir darimu) .
Khad dein (seorang) adiqo(benar) nfal men alpo(telah jatuh dari kapal) w-Aloho paqdani (dan Tuhan telah menyuruhku) w-eno bla’theh (dan aku menelannya) w-men yad tslotheh (dan dari doa)of burkotheh (yang sangat khusyuk)rikho bashimo ( kesukaan yang baik) ho (itu) poyakh menekh (mengalir darinya).

Puisi ini menceritakan tentang perbincangan Qitus, ikan paus yang menelan Nabi Yunus ketika di Babilonia, dengan kawanannya sesama ikan. Moral puisi ini adalah menceritakan sebentuk kebaikan yang sesungguhnya dalam ketulusan akan selalu memancar sekalipun ditelan oleh lingkungan yang dipenuhi watak jahat.

Catatan penulis: Nama Qitus atau Qitows mungkin adalah cerapan dari Bahasa Yunani Ichtyos/Ichtus.

Advertisements

Patriak Baru Gereja Katolik Koptik Mesir

Ibrahim Isaac Sidrak

 

Uskup Minya, Mesir, Ibrahim Isaac Sidrak, telah terpilih menjadi Patriark Gereja Katolik Koptik pada sinode gereja yang diadakan di Kairo Senin (15/01/2013)

Rumor yang telah beredar di jejaring sosial sejak tanggal 15 Januari, terhadap berita resmi pada 16 Januari di homepage Gereja Katolik di Mesir.

Msgr. Kyrillos William, Uskup Asyut, dan Msgr. Yousef Abou El Kheir, Uskup Sohag sebagai unggulan.

Pada usia 57, Sidrak menjadi patriark muda menggantikan Patriark Antonios I Naguib yang kesehatannya menurun drastis setelah terserang stroke dan menjalani operasi otak. Menurut beberapa sumber, mulanya Uskup Sidrak menolak atas posisi patriark mengingat beratnya tanggung jawab yang harus diembannya, namun akhirnya beliau menerima atas desakan para uskup yang lain.

Lahir pada 19 Agustus 1955, di desa Bani Shouqayr, tidak jauh dari Asyut, Beliau belajar Filsafat dan Teologi di Seminari Patriarkat St. Leo di Maadi pinggiran Kairo. Ibrahim Sidrak ditahbiskan sebagai imam pada 7 Februari 1980. Selama dua tahun beliau melayani Paroki Malaikat Agung Mikhael di Kairo kemudian menempuh pendidikan di Universitas Pontifikal Gregoriana Roma menerima gelar doktor dalam bidang teologi dogmatik. Semenjak tahun 1990 hingga 2001 beliau menjadi rektor dari Seminari Patriarkat di Maadi. Kemudian beliau menjalani tahun sabatikal, setelah kembali ke Kairo, tempat beliau ditunjuk menjadi direktur pendidikan religius Salakini dan menjadi profesor di fakultas teologi di tempat yang sama di Kairo. Singkatnya, setelah menjadi pastor paroki di Katedral Bunda Mesir di Kota Nasr, Kairo, beliau ditahbiskan menjadi uskup Minya pada 15 November 2002.

Pengumuman publik akan terpilihnya patriark baru pada tanggal 17 Januari, pada permulaan pertemuan di Seminari Maadi. Hasil pemilihan ini kemudian dikabulkan sebagai persekutuan gerejawi oleh Paus Benediktus XVI tiga hari kemudian.

Saat ini Gereja Katolik Koptik memiliki 250,000 pemeluk, dan dibagi menjadi enam keuskupan dengan 175 imam diosesan dan 40 imam Fransiskan.

Parabel of lighting a candle – Mathew 5:15

Pelita di atas gantang png

Wlo manuhrin shrogo w-soimin leh thokheith satho elo ‘al mnortho w-manhar l-kil ailin dab-beitho enun.

Neither do men light a candle and put it under a bushel, but upon a candlestick, that it may shine to all that are in the house.

Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

The Lamb who cleans the world’s sins – Anak Domba Dalam Ritus Siria Katolik

The Lamb who cleans the world sins - Estrangela Calligraphy

Ho Emroh d-Aloho haw dashqel khtaythoh d’alma.

Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Behold, The Lamb of God who cleans the world’s sins

Yuhanon 1:29

Hampir semua Tradisi Suci Ritus Timur (kecuali Ritus Armenia) menggunakan roti beragi untuk keperluan Sakramen Ekaristi termasuk Ritus Siria Katolik. Menurut keputusan Konsili Florence tahun 1439 penggunaan roti beragi ataupun tak beragi adalah benar ( valid ) bagi Tradisi Suci ritus yang bersangkutan artinya Tradisi Suci Timur tidak boleh menggunakan roti tak beragi dan Tradisi Suci Latin tidak diperbolehkan menggunakan roti beragi ( Codex Iuris Canonicci art. 926 )

Secara simbolis Ritus Timur menggunakan roti beragi sebagai lambang inkarnasi roh ke dalam tubuh, dan roh memberikan kehidupan, oleh karena itu “roti kehidupan” harus menggunakan roti beragi. Ritus latin menggunakan roti tak beragi karena Tuhan Yesus menggunakannya pada Perjamuan Terakhir.

Ritus Siria Katolik mengimani transubstansiasi yaitu perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus atau sebagai Anak Domba Allah yang dikurbankan untuk menghapus dosa dunia, oleh sebab itu misa dalam Ritus Siria disebut Qurbono.

Barekhmor ‘alkulan