Parabel of lighting a candle – Mathew 5:15

Pelita di atas gantang png

Wlo manuhrin shrogo w-soimin leh thokheith satho elo ‘al mnortho w-manhar l-kil ailin dab-beitho enun.

Neither do men light a candle and put it under a bushel, but upon a candlestick, that it may shine to all that are in the house.

Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

The Lamb who cleans the world’s sins – Anak Domba Dalam Ritus Siria Katolik

The Lamb who cleans the world sins - Estrangela Calligraphy

Ho Emroh d-Aloho haw dashqel khtaythoh d’alma.

Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Behold, The Lamb of God who cleans the world’s sins

Yuhanon 1:29

Hampir semua Tradisi Suci Ritus Timur (kecuali Ritus Armenia) menggunakan roti beragi untuk keperluan Sakramen Ekaristi termasuk Ritus Siria Katolik. Menurut keputusan Konsili Florence tahun 1439 penggunaan roti beragi ataupun tak beragi adalah benar ( valid ) bagi Tradisi Suci ritus yang bersangkutan artinya Tradisi Suci Timur tidak boleh menggunakan roti tak beragi dan Tradisi Suci Latin tidak diperbolehkan menggunakan roti beragi ( Codex Iuris Canonicci art. 926 )

Secara simbolis Ritus Timur menggunakan roti beragi sebagai lambang inkarnasi roh ke dalam tubuh, dan roh memberikan kehidupan, oleh karena itu “roti kehidupan” harus menggunakan roti beragi. Ritus latin menggunakan roti tak beragi karena Tuhan Yesus menggunakannya pada Perjamuan Terakhir.

Ritus Siria Katolik mengimani transubstansiasi yaitu perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus atau sebagai Anak Domba Allah yang dikurbankan untuk menghapus dosa dunia, oleh sebab itu misa dalam Ritus Siria disebut Qurbono.

Barekhmor ‘alkulan

PUISI-PUISI ST. EPHREM – TENTANG KELAHIRAN KRISTUS

Christmas card

Tuhan mendatangi  sang perawan

Menjadikan diri-Nya pelayan

Sang Sabda menitisi sang perawan

Tinggal bersunyi di dalam rahim yang rawan

Sang petir menyambar sang perawan

Bukan hendak merebak kekalutan

 

Sang Gembala mengunjungi sang perawan

Dan Anak Domba pun lahir, yang menangis dalam kesahajaan

Kerana rahim Maria telah membalikkan peran:

Sang Esa pencipta segala sesuatu

Bukan lahir kaya, tetapi  dalam mislkin lugu.

 

Yang Mahakuasa menemui sang perawan

Namun berkunjung dalam kesederhanaan

Sang Gemerlap berkunjung kepadanya

Tetapi berkain lembaran sederhana

Sang Esa pemelihara kita

Bercekam lapar

 

Sang Esa pelimpah tirta bagi sesiapa

Berkecimpung dahaga.

Telanjang dan tak berkain Dia datang dari sang perawan,

Dia yang menghias segala sesuatu dengan keindahan.

Image

Gambar I. St. Alexius

Agathopodes dan Philo

Dua orang diakon dari Antiokia, mereka merupakan pembantu tugas-tugas kerasulan dari St. Ignatius. Merekalah yang menulis biografi St. Ignatius yang merupakan uskup Antiokia kedua setelah diangkat oleh St. Petrus sebelum berkarya di Roma. Kedua orang kudus ini pulalah yang membawa kembali relikwi St. Ignatius dari Roma kembali ke Antiokia. Kedua orang kudus ini meninggal tahun 150.

Alexius dari Roma

Alexius dikisahkan adalah seorang anak senator Roma yang kaya, namun dia lebih memilih hidup miskin dan meninggalkan perjodohannya lalu hidup dengan menghinakan diri sebagai pengemis petapa di Edessa/Ur-Hoi di Siria pada masa Uskup Rabulla ( th. 412-435), selama menjadi pengemis dia bahkan sering disedekahi dan dimintai doa oleh bekas pembantu  rumah tangga ayahnya yang tidak mengenalinya lagi. Secara ajaib Bunda Maria menampakinya dan memberinya gelar “Pria yang hidup bagi Tuhan”.

Alexius diperintahkan kembali ke Roma oleh Sang Bunda, lalu Alexius kembali ke rumah orang tuanya yang sudah tidak mengenalinya lagi, namun sebagai orang Kristen yang baik kedua orang tua Alexius memberinya tumpangan di rumah mereka dan memberinya pekerjaan sebagai pembersih rumah. Alexius memilih tinggal di dalam ruang sempit di bawah tangga rumahnya dan mengajar iman/katekese bagi anak-anak. Identitas dirinya diketahui oleh keluarganya setelah dia meninggal, karena ditemukannya tulisan-tulisan di atas tubuhnya yang menceritakan tentang asal-usulnya, bagaimana hidupnya sebagai petapa dan pengemis di Siria, serta sebab mengapa dia membatalkan perjodohannya sebab dia lebih menyintai Tuhan.

Anastasius martir dari Antiokia

Anastasius adalah seorang yang berpindah iman dari penyembah dewa-dewa Romawi menjadi Kristen yang dibunuh pada masa Kaisar Deokletianus dia menjadi martir bersama Julianus, Antonius, Celsus, dan Marcionilla.

Anastasius II dari Antiokia, uskup.

Anastasius II atau lebih dikenal sebagai Anastasius Muda adalah uskup Antiokia yang menggantikan pendahulunya Anastasius I. Beliau sangat tegas dan keras dalam memberantas pelanggaran simoni (sebuah pelanggaran akan pengumpulan dan penggunaan uang, termasuk korupsi) pada tahun 599 dengan dukungan dari Paus Gregorius Agung.  Pada tahun 609 Uskup Anastasius muda dibunuh oleh sebab sebuah pemberontakan orang-orang Yahudi-Siria melawan Kaisar Phocas.

Anicetus, Paus.

Anicetus merupakan salah satu paus Roma yang berasal dari bangsa Siria yang melayani Gereja dari tahun 150 – 168. Beliau lahir di Emessa, Siria.

Pada masa pontifikatnya, St. Polikarpus (murid dari St. Yohanes Rasul) pernah mengunjunginya untuk berdiskusi  mengenai perayaan Paskah, St. Polikarpus dan keuskupannya, Smyrnea memperingati peristiwa Penyaliban pada hari ke-14 di Bulan Nisan sehingga Paskah tidak selalu jatuh pada hari Minggu (sehari sesudah Sabath Yahudi), sedangkan Gereja Roma memperingati Paskah selalu dijatuhkan hari Minggu sehingga peringatan penyaliban pasti jatuh Hari Jumat.

Penentuan tanggal tidak menemukan titik temu dan keuskupan Smyrnea tetap memperingati peristiwa Penyaliban sesuai Tradisi dari St. Polikarpus hingga selama beberapa abad.

Antonius dari Antiokia.

Antonius dari Antiokia adalah seorang imam Kristen yang menjadi martir bersama Julianus, Anastasius, Celsus dan Marcionilla pada masa Kaisar Deokletianus. Antonius mengikuti cara hidup imam-imam Romawi, menjadi biarawan, hidup selibat dan mengkonsimsi akar-akaran dan tumbuh-tumbuhan lainnya.

ORANG-ORANG KUDUS DARI SIRIA – Seri II