Darasan Puisi Masa Pra-Paskah Tradisi Siria Barat – Ninive

poet of Qinotho

Puisi ini didaraskan pada masa Puasa Ninive, diambil dari Kitab Qinotho:

Mo(sungguh) safir(berbahagia) hwo(telah) leh(dia) l-nuno(ikan) Qitows (Qitows) kad mshalein( timbul pertanyaan) hwau leh(kepadanya) nune khabrauhi (sesama ikan) mono (mengapa) kai ekalth(kamu makan) ou mun (dan minum) eshthith drikho bashimo(apakah perbuatan baik ) poyakh menok(yang mengalir darimu) .
Khad dein (seorang) adiqo(benar) nfal men alpo(telah jatuh dari kapal) w-Aloho paqdani (dan Tuhan telah menyuruhku) w-eno bla’theh (dan aku menelannya) w-men yad tslotheh (dan dari doa)of burkotheh (yang sangat khusyuk)rikho bashimo ( kesukaan yang baik) ho (itu) poyakh menekh (mengalir darinya).

Puisi ini menceritakan tentang perbincangan Qitus, ikan paus yang menelan Nabi Yunus ketika di Babilonia, dengan kawanannya sesama ikan. Moral puisi ini adalah menceritakan sebentuk kebaikan yang sesungguhnya dalam ketulusan akan selalu memancar sekalipun ditelan oleh lingkungan yang dipenuhi watak jahat.

Catatan penulis: Nama Qitus atau Qitows mungkin adalah cerapan dari Bahasa Yunani Ichtyos/Ichtus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s