MENGENAL MOR MARON SANTO DARI LEBANON

Image

Telah sangat diketahui sejak abad ke 4, kehidupan membiara begitu bersinar di Mesir oleh St. Antonius dan di Palesina oleh St. Hilarion. Namun mungkin sedikit diketahui bahwa kehidupan asketik juga menembus Siria, Antiokia dan Mesopotamia kala itu. Salah satu penatua yang menghidupi tata cara asketik adalah seorang hermit/petapa bernama Maron.

Informasi paling awal tentang St. Maron (th. 410 M) ditemukan pada artikel Historia Religiosa (th. 440 M) oleh Theodoret, Uskup Sirus/Chyrrus (393 – 466) dan pada surat dari St. Yohanes Krisostomos, Patriark Konstantinopel, kedua tulisan itu dalam Bahasa Yunani

Theodoret adalah seorang penulis ternama pada masanya. Bukunya Historia Religiosa adalah sumber utama dari kehidupan membiara dan asketik di Siria. Pada bukunya, Theodoret menulis:

…Aku akan memanggil Maron, sebab dia begitu menyayangi paduan suara surgawi para kudus. Dengan hidup di alam terbuka, dia merombak puncak bukit yang dahulunya merupakan tempat pemujaan orang-orang fasik. Menyucikan bagi Allah noda setan di atasnya, mendirikan tenda kecil yang jarang dia gunakan. Dia bukan hanya melakukan pekerjaan-pekerjaan biasa, namun juga menuangkan buah pikirnya, memperkaya kandungan filsafat.

Sebuah pujian yang patut diberikan atas pekerjaan-pekerjaannya: sungguh seorang yang luar biasa dengan kelimpahan karunia penyembuhan, yang menjadikannya terkenal di mana-mana, menarik setiap orang dari segala penjuru mata angin dan diajar oleh pengalaman iman dari kisah-kisahnya. Seorang yang terserang demam disembuhkan oleh embun berkatnya, demamnya menjadi tenang, roh-roh najis pun pergi, dan banyak penyakit disembuhkan hanya dengan satu obat; ketika jamu para tabib hanya bisa digunakan untuk satu penyakit tertentu, doa orang kudus ini menjadi obat bagi setiap penyakit. Beliau bukan hanya mampu menyembuhkan penyakit tubuh, namun juga menerapkan perlakuan yang layak bagi jiwa, menyembuhkan keserakahan dan kemarahan manusia dengan mengajarkan pengendalian diri yang memberikan ajaran tentang keadilan.

Sumber utama yang lain tentang St. Maron berasal dari St. Yohanes Krisostomos yang dikenal pula sebagai “Yohanes Si Mulut Emas” yang menjadi Patriark Konstantinopel ttahun 397. Beliau mendedikasikan epistola/surat apostolik ke 36 kepada St. Maron ketika masa pembuangan di Cucussus, Armenia sekitar tahun 405.

“Kepada Maron, Imam Biarawan:

Kami terikat kepada Anda oleh kasih dan disposisi interior, dan melihat Anda di sini di hadapan kami seolah-olah Anda benar-benar hadir. Itulah mata cinta, pandangannya tidak terganggu oleh jarak atau redup oleh waktu. Kami berharap bisa lebih sering menulis untuk menghormati Anda, tapi karena ini tidak mudah karena sulitnya perjalanan …..Hai  itu membawa kami pada sedikit sukacita  mendengar tentang kesehatan Anda. Dan dari semua tolong doakan kami “.

Selamat memperingati hari St. Maron, orang kudus dari Siria yang setia dalam ketaatannya kepada Tuhan dan Tahta Suci Primat Roma yang diperingati setiap tanggal 9 Februari.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s